7 Kesalahan Berjualan Online di Instagram yang Harus Dihindari!

Halosis.co.id, Jakarta – Berjualan online menggunakan platform Instagram bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Instagram adalah salah satu tempat berjualan favorit karena gratis dan punya banyak sekali pengguna. Selain itu, instagram sangat cocok digunakan online seller yang punya target pasar anak muda, karena mayoritas penggunaan Instagram adalah anak muda.

Dalam menggunakan instagram untuk berjualan, secara tidak sadar mungkin kamu sering melakukan aktivitas digital yang bisa merugikan toko online-mu. Terjadinya hal tersebut bisa saja berdampak pada penurunan followers-mu, atau bahkan penjualanmu secara keseluruhan.

Kamu pasti tidak mau kan kalau sampai hal tersebut terjadi? Maka dari itu, kamu harus mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin secara sadar atau tidak sering kamu lakukan saat berjualan online di Instagram. Mungkin, kamu belum tahu jika kamu suka mengomentari unggahan selebgram atau artis sangat sering akan berdampak buruk pada akun toko online-mu. Nah, supaya kamu gak melakukan kesalahan yang bisa merugikan jualan online-mu, yuk, simak kesalahan apa saja yang harus kamu hindari saat berjualan online melalui Instagram di bawah ini.


1. Tidak Menggunakan Hashtag

Penggunaan hashtag sangat penting untuk mempromosikan unggahan akun toko online-mu. Dengan menggunakan hashtag, kamu bisa menjangkau lebih banyak pelanggan untuk melihat unggahanmu. Tanpa hashtag, jangkauan unggahanmu akan sangat terbatas, hal tersebut tentu merugikanmu. Padahal, penggunaan hashtag gratis dan tidak dibatasi.

Selain itu, kalau kamu menggunakan hashtag, unggahanmu akan lebih mudah ditemukan oleh pelanggan di mesin pencarian dan explore. Bukan hanya memudahkan pelanggan, tetapi hashtag bisa mendatangkan pelanggan baru juga untuk melihat produkmu dan mampir ke toko online-mu lho. Namun, perlu diingat untuk menggunakan hashtag yang sesuai dengan unggahanmu.

Jika kamu menjual baju, kamu bisa menggunakan hashtag #bajuwanita #bajuremaja #bajukekinian. Usahakan untuk menggunakan hashtag yang masih terkait dengan unggahanmu. Kamu juga bisa menggunakan hashtag yang penggunaannya terbanyak, dengan tujuan agar unggahanmu mendapat lebih banyak viewers.


2. Pakai Bot

Kamu mungkin sering melihat akun Instagram yang setiap unggahannya mendapat likes yang sangat banyak dan dibanjiri komentar dari berbagai akun, belum lagi jumlah followersnya yang sangat meroket. Lalu mungkin kamu berpikir ingin mendapatkan hal yang sama juga untuk akun toko online-mu, namun kamu ingin mendapatkannya secara instan, akhirnya kamu menggunakan bot. Stop! Hal tersebut bukanlah solusi yang benar.

Faktanya, jika ada aktivitas tidak wajar seperti jumlah likes yang tiba-tiba meledak di akun toko online-mu bisa dicurigai sebagai pemakaian bot. Sebagai sanksinya, akun toko online-mu bisa diblokir untuk sementara waktu. Jika akun toko online-mu diblokir, itu artinya tidak ada aktivitas digital yang dapat kamu lakukan di Instagram. Sudah pasti hal tersebut akan mempengaruhi penjualanmu juga.


3. Beli Followers

Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan oleh sebuah akun toko online adalah membeli followers. Memang dengan membeli followers kamu akan mendapat followers secara cepat, namun hal ini tidak tepat. Karena, followers yang didapatkan sebenarnya bukanlah akun asli, kebanyak dari akun tersebut adalah bot.

Adanya fakta tersebut tentu menunjukkan bahwa akun tersebut tidak memiliki nilai apapun. Terlebih lagi, akun-akun tersebut tidak bisa berpotensi menjadi pelangganmu. Lagipula, akun-akun seperti itu tidak akan bisa meningkatkan engagement dan cepat atau lambat pasti akan dinonaktifkan oleh Instagram. 


4. Tidak Membalas Komentar

Banyak akun toko online yang tidak terlalu memperhatikan komentar dari pelanggan di unggahan Instagramnya. Padahal, berinteraksi dengan pelanggan sangat penting lho. Bukan hanya membangun hubungan dengan pelanggan, tetapi juga karena hal ini akan meningkatkan jumlah tayangan unggahanmu di Instagram.

Sempatkanlah waktu untuk membalas komentar pelanggan, terutama di 30 menit pertama, karena hal ini akan meningkatkan engagement. Salah satu perhitungan algoritma Instagram supaya feed kamu muncul di followers Instagram-mu salah satunya adalah dengan berinteraksi dengan mereka. Jika interaksimu minim, maka kemungkinan besar unggahanmu tidak akan muncul di news feed mereka.


5. Tidak Memperhatikan Analitik

Instagram telah memberikan pelayanan terbaiknya dengan memberikan analitik untuk sebuah akun dan unggahannya. Hal ini harus kamu manfaatkan sebaik mungkin, karena ini merupakan fitur yang disediakan Instagram secara gratis. Sering-seringlah memantau analitik instagram akun toko online-mu.

Dengan begitu, kamu akan bisa memaksimalkan konten akun toko online-mu. Jika kamu mengunggah di jam yang salah, maka bisa membuat engagement menurun lho. Itu sebabnya penting sekali untuk mengecek analitik Instagrammu. Dengan memperhatikannya maka kamu akan mengetahui waktu terbaik untuk mengunggah serta jenis konten apa yang menghasilkan closing.


6. Spamming di Akun Selebgram

Masih banyak online seller yang berpikir bahwa jika akun toko online-nya sering berkomentar di akun selebgram atau artis bisa menambah jumlah followers mereka. Sebenarnya, jika hal tersebut dilakukan untuk promosi tidak salah, namun kamu harus memikirkannya kembali, apakah cara tersebut tepat. Pasalnya, jika kamu spam komentar, kemungkinan besar akun yang kamu spam akan merasa tidak nyaman, dan mungkin jika berkelanjutan akan memblokir akunmu.

Selain itu, pikirkan bagaimana citra toko online-mu di mata pelanggan jika kamu melakukan spam komentar. Sebagai contoh, kamu melakukan spam komentar seperti: “Cek toko kami kakak, barang-barangnya bagus dan murah”, atau menggunakan kata-kata lain yang kurang lebih intinya sama, maka nilai toko online-mu justru akan menurun di mata pelanggan, karena kamu sudah mengganggu akun yang dikomentari, dan terkesan seperti toko online yang abal-abal. 


7. Melakukan Promosi Terlalu Banyak

Promosi memang baik untuk meningkatkan transaksi pembelian dari pelanggan, namun jika hal tersebut dilakukan dalam jumlah yang terlalu banyak juga akan berdampak buruk. Pelanggan akan merasa bosan dan mungkin malas untuk berkunjung ke toko online-mu lagi. Sesekali selingilah konten toko online-mu dengan hal-hal lain, seperti: hal yang menghibur dan mengedukasi.

Hal ini merupakan salah satu cara meningkatkan engagement juga lho. Karena, pelanggan tidak hanya ingin melihat produk jualanmu saja, mereka juga membutuhkan konten yang menyegarkan. Dengan membuat konten yang menarik, maka kamu akan meningkatkan nilai toko online-mu, dan kemungkinan kamu akan mendapatkan followers baru yang menyukai konten akun toko online-mu.


Wah, ada banyak sekali ternyata kesalahan-kesalahan yang harus dihindari saat kita berjualan online menggunakan Instagram. Jadi harus lebih berhati-hati dalam bertindak agar tidak melakukan kesalahan. Tapi, tenang aja, kamu gak akan salah kalau menggunakan aplikasi Halosis. Fitur-fitur dalam aplikasi Halosis bisa meminimalisir kesalahan yang akan terjadi saat berjualan online dan tentunya memberikan kemudahan buat kamu. Fitur-fitur dalam aplikasi Halosis antara lain: mengelola stok barang, membuat laporan penjualan, terima orderan otomatis, bahkan membuat diskon yang bisa disesuaikan oleh pelanggan. Gimana, kamu tertarik untuk berjualan online dengan lebih mudah dan praktis? Yuk, daftarkan dirimu segera di aplikasi Halosis

Nah itu dia tadi, 7 kesalahan berjualan online di Instagram yang harus dihindari. 

Jika kamu menginginkan sesuatu, jangan pernah menggunakan cara instan, karena semua hal harus melalui sebuah proses. Hal instan yang didapatkan akan bertahan sebentar saja. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan hal-hal yang mungkin kamu anggap sepele untuk peningkatan jualan online-mu.

Semoga tips ini bermanfaat. Kalau kamu mau tahu lebih banyak tips-tips seputar jualan online, kamu bisa nih follow instagram Halosis @halosisofficial.

Leave a Reply