Jualan dengan Sistem Omnichannel, Gimana Sih?

Halosis.co.id, Jakarta – Seiring berkembangnya teknologi, hampir seluruh aspek kehidupan manusia menjadi lebih mudah, termasuk berjualan. Kini, ada sangat banyak sekali cara untuk berjualan.

Dulu, berjualan hanya bisa dilakukan secara offline, baik itu dengan membuka gerai atau pun memasarkan secara door to door. Namun saat ini, berjualan bisa dilakukan secara online. Para pengusaha kini lebih dipermudah lagi dalam berjualan online dengan banyaknya pilihan platform yang tersedia.

Ada pengusaha yang lebih memilih untuk fokus pada 1 channel penjualan saja, misalnya hanya di platform marketplace. Namun ada pula pengusaha yang memilih untuk berjualan di banyak channel, baik online maupun offline. Misalnya, di marketplace, website, social media, dan juga gerai fisik.

Berjualan di banyak channel sekaligus memang tidaklah mudah. Setiap channel memiliki ketentuan dan karakteristik yang berbeda. Selain itu setiap channel yang tidak saling terhubung juga membuat seller harus kerja ekstra untuk membuat stok atau inventori sinkron.

Saat ini sudah ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu berjualan dengan sistem omnichannel. Dengan sistem ini, kita bisa berjualan di banyak channel tanpa khawatir informasi antar channel tidak sinkron. Sebelum membahas omnichannel lebih jauh, simak dulu yuk poin-poin berikut.


1 vs Banyak Channel

Jualan di Satu Channel

Tidak ada yang salah dengan berjualan di satu channel. Kamu bisa fokus mengurus penjualan di channel tersebut tanpa harus memikirkan channel lainnya. Dengan begini, kamu akan bisa punya waktu lebih banyak untuk mempelajari channel yang kamu gunakan secara mendalam.

Misalnya, kamu hanya berjualan melalui WhatsApp. Kamu bisa lebih fokus untuk membuat promosi yang sesuai dengan pengguna WhatsApp. Karena, cara berpromosi di WhatsApp dan platform lain tentu berbeda. Hal ini disebabkan target audiencenya pun berbeda.

Namun, kekurangan jualan di satu channel adalah kamu hanya menjangkau pelanggan di channel tersebut saja. Mungkin, ada banyak target marketmu yang sebenarnya menggunakan platform lain untuk belanja online. Sehingga sangat disayangkan, karena tidak terjangkau.

Jualan di Banyak Channel

Jualan di banyak channel tentu membuka peluang besar jangkauan penjualanmu lebih luas. Usaha yang menggunakan lebih dari 3 channel penjualan akan menjual 156% lebih banyak. Pelanggan yang terjangkau pun semakin banyak dan beragam. Bahkan, calon pelanggan yang tidak termasuk target marketmu pun bisa ikut terjangkau.

Namun kamu harus siap keluar ekstra tenaga dan waktu. Mengurus banyak channel berarti mengharuskanmu meng-upload, meng-update, dan mengelola semua stok dan inventori di semua channel yang kamu punya. Kalau semua channel-mu tidak saling terhubung, tandanya kamu harus mengelolanya dengan manual satu per satu.

Terus bagaimana solusinya?


Gunakan Sistem Omnichannel

Untuk memudahkan kamu berjualan dengan jangkauan luas dan sinkronisasi di setiap channel, kamu bisa menggunakan sistem omnichannel. Omnichannel adalah sistem yang bisa mengintegrasikan semua channel penjualan, mulai dari marketplace, media sosial, website, toko offline, bahkan sampai gudang. Dengan sistem ini, kamu bisa bekerja dengan waktu yang lebih efektif.

Dengan sistem omnichannel, kamu bisa mengelola stok dan inventori dalam satu platform. Setiap channel penjualanmu akan terhubung. Karena itu kamu akan lebih mudah untuk memantau dan mengelola semua channel penjualanmu.

Lalu, bagaimana kamu bisa mendapatkan solusi seperti di atas? HaloRetail jawabannya. HaloRetail adalah solusi ritel omnichannel yang siap membantu mempermudah penjualanmu dengan menghubungkan usaha kamu di berbagai channel penjualan, baik offline, online, media sosial, ataupun marketplace.

Tertarik untuk menggunakan jasa HaloRetail agar bisnis retailmu semakin pesat? Hubungi Halosis lewat instagram @halosisofficial untuk cari tahu info lebih lanjut.

Leave a Reply