4 Tips Berjualan Online Menggunakan Metode Soft-selling

Halosis.co.id, Jakarta – Saat ini, berjualan online bukan lagi sebuah hal yang baru. Sudah banyak sekali orang yang terjun dan mencoba peruntungannya ke dalam bisnis online. Hal ini membuat persaingan semakin ketat di dunia jual beli online. Karena itu, seorang online seller harus sangat pintar dalam mengiklankan produk yang dijual agar bisa memenangkan hati pelanggan. 

Namun kenyataannya, pelanggan tidak suka menonton atau membaca iklan. Lalu bagaimana cara membuat pelanggan melihat apa yang kamu iklankan tanpa melewatkannya? Nah untuk masalah yang satu ini, kamu harus mencoba menggunakan metode soft-selling.

Tujuan penggunaan soft-selling tentu saja agar pelanggan tetap melihat iklan yang kamu tampilkan. Metode soft-selling ini berhasil membuat iklan dapat lebih mudah diterima oleh pelanggan. Supaya kamu metode soft-selling kamu bisa berhasil diterapkan, yuk simak tips di bawah ini.


1. Mulai dari Sebuah Cerita

Tips pertama agar kamu bisa berhasil beriklan menggunakan metode soft-selling adalah dengan memulainya dari sebuah cerita. Soft-selling selalu identik dengan cerita. Karena itu, keberhasilan metode soft-selling akan sangat ditentukan oleh seberapa menarik ceritamu dan seberapa kuat kemampuan storytelling yang kamu tampilkan.

Lalu cerita yang seperti apa yang menarik di mata pelanggan? Sebenarnya tidak ada kriteria khusus untuk membuat cerita menarik. Yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa mengemas dan membuatnya mudah dicerna. Cerita yang sangat sederhana sekalipun bisa tetap menarik jika kamu menyampaikannya dengan baik dan mudah dimengerti.

Namun bagaimana pun, kamu harus tetap berkata secara jujur tentang produk yang kamu jual. Jangan sampai kamu terlalu melebih-lebihkan keunggulan produkmu dan membohongi pelanggan.


2. Tekankan Value

Dalam menggunakan metode soft-selling, fokuskanlah pada value produk yang mau dibagikan. Saat beriklan, jangan langsung membahas harga atau cara membelinya. Pelanggan akan lebih tertarik membeli produk yang memilki value, apalagi jika value tersebut sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Value produk yang bisa kamu angkat dari berbagai sisi. Bisa dari rasa, varian warna, kegunaan, nilai seninya, dan masih banyak lagi. Sebagai contoh, kamu menjual sepatu. Apa yang menjadi value sepatumu? Apa yang membedakannya dari sepatu-sepatu lainnya? Itulah yang pertama kali harus kamu pikirkan saat menentukan value yang ingin kamu angkat.


3. Hindari Penggunaan Kata yang Merujuk pada Penjualan

Selanjutnya adalah usahakan semaksimal mungkin untuk menghindari kata ‘jual’, ‘harga’, atau ajakan untuk membeli. Seperti yang sudah dibahas di awal tadi, bahwa pelanggan akan merasa bosan dengan iklan-iklan hard-selling yang ada.

Tugas kamu adalah menarik perhatian mereka dan membuatnya ingin membeli produkmu tanpa harus ‘memaksa’. Karena itu, sebisa mungkin kamu harus menguatkan ceritamu dan menekankan value yang kamu tawarkan.


4. Gunakan Bahasa Sederhana

Poin penting selanjutnya adalah bagaimana kamu merangkai kata-kata sesederhana. Kata-kata manis dan rumit belum tentu dipahami semua orang. Karena itu, akan jauh baik kamu membuat iklan dengan bahasa yang familiar. Kalimat yang ringan akan terkesan lebih menarik dan tidak membosankan.

Namun jangan lupa juga untuk menyesuaikan bahasa yang kamu gunakan dengan target pasarmu. Jika target targetnya adalah milenial, maka cobalah untuk menggunakan kata-kata apa yang sering digunakan yang sering mereka guankan.


Nah itu dia, tips-tips berjualan online menggunakan metode soft-selling. Gimana, sekarang kamu jadi semakin tahu dong cara beriklan tapi seperti tidak beriklan? Yang terpenting, kamu harus tetap jujur dalam bercerita, dan melihat dari sisi sebagai pelanggan, apakah sudah cukup menarik dan tidak membosankan atau belum.

Semoga tips ini bermanfaat. Kalau kamu mau tahu lebih banyak tips-tips seputar jualan online, kamu bisa nih follow instagram Halosis @halosisofficial.

Leave a Reply