Olshop Baru? Bangun Branding Sebagai Olshop Terpercaya dengan 5 Instastory Ini

Fitur instastory di Instagram menjadi salah satu alat marketing terbaik.
Gambar: https://www.hipwee.com/travel/ig-story/

Halosis.co.id, JakartaInstagram merupakan salah satu pilihan sosial media terbaik untuk berjualan online. Tampilannya yang sangat mengutamakan visual membuat orang lebih nyaman untuk berbelanja. Selain itu, rata-rata pengguna Instagram juga adalah orang-orang dengan daya beli yang cukup tinggi. Jadi kalau kamu baru mau mulai berjualan online, instagram harus menjadi pilihan media sosial pertama untuk jualan online.

Saat ini ada banyak sekali online seller yang berjualan di instagram. Namun tidak semua dari olshop yang ada di Instagram punya niat yang benar untuk berjualan. Ada banyak olshop bodong yang membuat akun ‘jualan’ hanya untuk tujuan penipuan. Untuk kamu yang benar-benar niat jualan, pastinya kamu tidak mau dicap sebagai olshop bodong kan? 

Kalau tidak mau dicap olshop bodong, kamu harus membangun branding online shop yang bagus dan profesional. Branding yang bagus akan meningkatkan rasa percaya pelanggan terhadap toko onlinemu. Cara untuk branding ada banyak. Namun kali ini, Halosis akan membahas bagaimana menciptakan branding melalui salah satu fitur instagram, yaitu instastory. Berikut ini adalah beberapa contoh postingan instastory yang akan membuat branding tokomu lebih kuat

1. Suasana Toko Offline atau Gudang

Postingan seperti ini akan menjawab pertanyaan “olshopnya real nggak ya?”.
Gambar: https://dailysocial.id/post/berrybenka-reopening-offline-store-mall-ciputra-jakarta

Branding pertama yang harus kamu abadikan lewat instastory dan jadikan highlight adalah profil tokomu. Untuk membuat olshop terlihat real, kamu bisa membagikan konten tentang offline store atau gudang yang kamu miliki. Akan lebih mudah untuk menciptakan brand trust, kalau kamu sudah punya offline store. Setidaknya calon pelanggan akan yakin, kalau kamu bukan penipu. Namun kalau kamu belum memiliki toko offline, kamu bisa membagikan suasana gudang olshopmu, dan dampaknya akan sama. Dengan stories semacam ini, pelanggan akan lebih percaya brand milikmu dan meningkatkan rasa ingin membeli.

2. Detail Produk

Pastikan customer tahu betul barang yang dibeli.
Gambar: https://www.instagram.com/p/B10qGcFl4uwFE1DAgCi83ASZ4diDqjSsoBz2nk0/

Setelah kamu punya exposure soal tokomu, kamu juga harus buat seputar produkmu. Tidak ada orang yang mau membeli kucing dalam karung. Karena itu, semua detail harus bisa ditunjukkan lewat tempatmu berjualan. Kamu bisa mengambil video atau foto yang memperlihatkan detail produkmu, seperti material, kacing, resleting, dan semacamnya. Cukup buat dengan sederhana, seperti mengambil video atau foto dari jarak yang sangat dekat. Pastikan agar tidak ada mispersepsi antara asumsi pelanggan dan produk yang kamu jual. Jangan sampai pelanggan menyesal setelah produk datang, karena kamu tidak menunjukkan detailnya di instagram.

3. Proses Packing

Memperlihatkan proses pengemasan produk juga nggak kalah penting.
Gambar: https://bisnis.tempo.co/read/1043698/transaksi-harbolnas-2017-tembus-rp-47-triliun

Tidak hanya sebatas produk, pelanggan juga harus diyakinkan, kalau produk yang dipesan benar-benar diproses. Membuat postingan semacam ini di instastory sangatlah mudah. Kamu tinggal mengambil video saat kamu atau pegawai olshopmu sedang membungkus pesanan pelanggan. Walau sederhana, postingan proses packing akan membuat orang semakin percaya, kalau olshop yang kamu kelola bukan penipu

4. Proses Pengiriman

Mungkin banyak netizen yang berpikir “dibungkus belum tentu dikirim”.
Gambar: https://manado.tribunnews.com/2018/12/19/kiriman-barang-online-terlambat-7-hari-ramai-e-commerce-di-akhir-tahun

Setelah kamu menunjukkan proses pengemasan barang, jangan lupa tunjukkan juga, kalau barang pelanggan sudah dikirim. Sama seperti proses packing, kamu bisa mengambil video atau foto suasana sebelum paket dikirimkan. Ini mungkin hal yang sangat sepele, tapi bisa sangat berdampak pada rasa percaya customer. Pada postingan semacam ini juga, orang akan menilai, apakah kamu olshop yang punya banyak pelanggan atau tidak.

5. Testimoni Pelanggan

Testimoni wajib banget ada.
Gambar: https://www.hipwee.com/tips/ini-lo-5-ciri-ciri-testimoni-palsu-penggila-belanja-online-jangan-sampai-tertipu/

Yang terakhir, kamu harus menunjukkan pada pelanggan kalau banyak orang yang puas dengan produkmu. Orang yang mau berbelanja akan sangat percaya terhadap sebuah produk, kalau mereka tahu, mereka bukan satu-satunya orang yang mau membeli di toko tersebut. Kalau ditambah lagi dengan testimoni yang bagus, calon pembeli akan semakin percaya dengan barang yang kamu tawarkan


Demikian beberapa tips postingan instastory yang bagus untuk branding olshopmu ala Halosis. Untuk membuat olshopmu terlihat profesional, kamu harus bisa membuat pelanggan melihat semua proses di balik layar. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat #berUsaha.



Leave a Reply