5 Modus Penipuan Online yang Harus Diwaspadai

Modus penipuan dalam belanja online saat ini semakin banyak.
Gambar: https://www.finance-monthly.com/2018/07/fraud-epidemic-costs-3-2-trillion-globally/

Halosis.co.id, JakartaBelanja online kini sangat digemari, karena mudah, dan diyakini aman dan terpercaya. Walaupun dinilai aman, kamu tetap memiliki risiko ditipu dalam belanja online. Dewasa ini, semakin banyak modus-modus penipuan online yang memakan banyak korban. Apabila tidak waspada, bisa saja kamu terkena salah satu modus penipuan online. Inilah beberapa modus penipuan, yang perlu kamu waspadai.

1. Tiba-tiba Menghilang


Rasanya sama kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
Gambar: https://www.retailgazette.co.uk/blog/2017/05/money-transfer-services-corporate-clients/

Modus tiba-tiba menghilang merupakan salah satu modus yang paling sering terjadi. Cara kerja penipuan ini sangat sederhana. Pembeli yang tertarik untuk membeli barang seller online akan menghubungi seller, untuk melakukan pemesanan. Setelah menjalin komunikasi dan sepakat dengan harga, seller akan mengirimkan nomor rekening ke pembeli. Namun setelah pembeli mentransfer biaya pesanannya, seller tiba-tiba susah dihubungi dan menghilang. Barang pesanan juga tidak pernah dikirimkan. Biasanya setelah beberapa hari barang tak datang, seller sudah tidak bisa dihubungi ladi.

2. Pura-pura Jadi Pejabat

Bukannya pura-pura bahagia, banyak orang malah pura-pura jadi pejabat.
Gambar: https://www.ehshumfinancial.com/blog/why-you-should-have-online-social-security-account

Modus ini mungkin kurang berhubungan dengan belanja online, tapi tetap perlu diwaspadai. Dalam modus ini, penipu mengaku-ngaku sebagai pejabat daerah dan mengajak berkenalan lewat media sosial. Setelah berkenalan, ia akan menjalin komunikasi denganmu via media sosial. Setelah menjalin komunikasi, penipu ini akan mencoba menawarkan berbagai macam investasi ke kamu. Penipu ini akan terus menghubungimu dengan iming-iming dijamin oleh pemerintah, aman dan terpercaya. Setelah itu kamu akan diminta untuk mentransfer sejumlah uang, baik untuk investasi, donasi, ataupun amal. Kemudian uang yang kamu transfer akan dibawa kabur begitu saja.

3.Modus Phishing

Nama phishing diambil dari kata fishing yang artinya memancing.
Gambar: https://www.pymnts.com/news/security-and-risk/2018/square-phishing-scam-cybersecurity-hacking/

Modus penipuan ini adalah modus yang menyalahgunakan data-data pribadi korban untuk keuntungannya sendiri. Biasanya modus ini menggunakan kedok sebuah website. Di website tersebut, kamu diminta untuk melengkapi ‘formulir’ data diri. Namun anehnya, biasanya dalam formulir tersebut, kamu harus melengkapi nama lengkap, nomor KTP, nomor rekening, nomor kartu kredit/debit beserta pinnya. Nantinya pelaku phishing ini akan mengambil uang yang ada di tabunganmu dengan mempergunakan data dirimu. Pelaku phising juga bisa saja meretas akun media sosialmu, dan melakukan penipuan atas namamu.

4. Nomor Rekening Palsu

012345678 berbeda dengan 012346578.
Gambar: https://race-expo.ru/en/news/chto-takoe-fraud-trafik-80062

Kamu bisa jadi korban modus ini, kalau kamu tidak jeli dalam melakukan transaksi online. Setelah berbelanja di sebuah situs, biasanya akan ada pemberitahuan untuk transfer sejumlah tagihan ke satu nomor rekening. Nomor rekening ini biasanya adalah nomor rekening resmi dari toko online tempatmu belanja. Namun tak berselang lama setelah itu, kamu juga mendapatkan SMS untuk mentransfer tagihan ke nomor rekening yang mirip dengan nomor rekening sebelumnya. Mungkin karena hanya melihat sekilas, kamu mengira kedua nomor rekening itu sama, padahal berbeda. Lalu pada saat mentransfer, kamu akan membuka kembali menu SMS dan mengirimkan uang ke nomor rekening yang tertera. Biasanya, karena SMS lebih mudah dibuka, orang-orang hanya mencocokkan nomor rekening dengan SMS yang kamu tertera.

5. Resi Fiktif

Barangnya benar-benar sudah dikirim sih, tapi ke rumah penjualnya.
Gambar: https://www.nbc.ca/personal/inspiration/family/infographic-spend-less-to-save-more.html

Ada juga beberapa online shop yang nakal dan memalsukan resi pengiriman barang. Setelah melakukan pemesanan dan mengirimkan bukti transfer, penjual akan mengirimkan nomor resi bohong ini ke pembeli. Ada juga yang berpura-pura menjadi kurir dan mengirimkan sms kamu kalau barang sudah sampai. Tujuannya agar kamu mengklik barang saya sudah sampai di situs belanja. Padahal barang itu tidak pernah sampai. Penipu yang lebih profesional lagi, akan benar-benar mengirimkan barang, tapi ke alamat yang berbeda. Misalnya ke alamat rumah temannya, atau orang yang dikenal. Dengan begitu, ia akan mendapatkan kembali barangnya, padahal kamu sudah membayar untuk barang itu.


Nah itu dia beberapa modus penipuan online yang harus kamu waspadai. Jangan sampai kamu jadi salah satu korban penipuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini ya! Selalu waspada dan bertindak smart dalam berbelanja online, agar kamu tidak tertipu. Kenali juga tanda-tanda kalau toko online tempatmu belanja itu adalah akun bodong. Selamat berbelanja dan #berUsaha!



2 comments

  1. 3 Cara Melaporkan Penipuan Online | Halosis Blog

    […] online yang kamu alami. Sebelum membeli, pastikan kalau olshop yang incaranmu bukan olshop bodong. Kenali juga modus-modus penipuan online yang telah banyak memakan korban. Tetap waspada dan jadilah pembeli online yang cerdas. Semoga informasi ini bermanfaat. Selamat […]

Leave a Reply