Ibnu Riyanto, Juragan Batik Termuda yang Masuk Rekor MURI

Halosis.co.id, Jakarta – Memulai merintis usaha sejak tahun 2006 ketika usianya masih 17 tahun, kini Ibnu Riyanto asal Cirebon, Jawa Barat sudah dikenal sebagai pengusaha batik. Keberhasilan atas usahanya pun dibuktikan dari berbagai penghargaan dan pencapaian usaha batik yang ia miliki. Salah satu penghargaan yang sangat berkesan berasal dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang menyatakan Ibnu sebagai pemilik toko batik terbesar dan terluas pada usia termuda (saat itu 23 tahun).

Bagi Ibnu, usia muda adalah kesempatan untuk terus melakukan eksplorasi kemampuan diri dan semakin tertantang untuk meraih yang belum bisa dicapainya. Meskipun berasal dari keluarga pembatik, Ibnu membangun usahanya sendiri dari nol, ia mulai merintis usaha dengan menjadi suplier kain mori, yaitu bahan baku batik yang berupa kain putih.

Dengan modal awal hanya 15 juta, Ibnu menawarkan kain mori ke pengrajin-pengrajin batik di desa kelahirannya, Trusmi Kabupaten Cirebon. Ia mulai memanfaatkan ruang tau rumah orang tuanya untuk menjual batik, bahkan secara door to door dari satu toko ke toko lain di Jakarta, Bandung, dan kota lainnya.

Seiring dengan semakin laris dagangan batiknya, Ibnu pun membuka usaha konveksi sendiri dan berkat ketekunannya, ia mampu membuka tokobatik hingga akhirnya mendapat penghargaan rekor MURI pada 25 Maret 2013 lalu. Sebagai pengusaha, Ibnu memiliki pesan kepada masyarakat bahwa kalau usaha ingin berkembang manajemen yang profesional saja tidak cukup. “Tapi juga diperlukan kerja keras dan kemauan untuk maju serta berani mengambil resiko. Dan tetu saja, rasa selalu ingin mencapai yang lebih lagi,” papar Ibnu.

Saat ini Ibnu mampu menghidupi setidaknya 500 orang karyawan dan membuka kesempatan bagi sedikitnya 50 perajin batik rumahan untuk memasarkan batik di toko miliknya. Ibnu juga mebuka gerai batik untuk kelas menengah ke atas yang diberi nama “Pesona Batik” yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar pada 27 Maret 2014 lalu. Untuk yang gemar berbelanja via online, Ibnu juga membuka website www.batiktrusmi.com yang dipopulerkan melalui sosial media.

Keinginan Ibnu selanjutnya adalah mengumpulkan perajin batik dalam satu kawasan seperti halnya pabrik sehingga bisa memberikan imbalan kepada perajin minimal setara dengan UMK bahkan lebih.

Terinspirasi dengan kisah sukses Ibnu Riyanto? Janganlah pernah berhenti untuk mengeksplor kemampuan diri Anda, miliki kemauan keras untuk maju dan berani mengambil resiko seperti yang pernah dilakukan Ibnu Riyanto.

Leave a Reply