Sukses Jualan Tas Online Meski Sempat Tak Direstui

Halosis.co.id, Jakarta – Kebanyakan orang tua menilai kesuksesan anaknya jika memiliki pekerjaan sebagai karyawan, pegawai negeri sipil (PNS), tentara, atau polisi. Harsono pun pernah merasakan hal yang demikian sebelum sukses berbisnis tas dengan merek bernama ARdani Bag. Setelah menyekolahkan Harsono hingga lulus Sarjana Hukum di Universitas Semarang, orang tua Harsono berharap anaknya bisa mengabdi sebagai tentara atau PNS. Memang, setelah lulus kuliah Harsono melamar ke berbagai pekerjaan bermodalkan ijazah Sarjana Hukum yang ia miliki.

Berbagai jenis tes telah ia lewati, termasuk melamar menjadi hakim dan anggota Tentara Nasional Indonesia, namun sayangnya tidak ada yang lolos. Setelah gagal berkali-kali dalam melamar pekerjaan, Hartono mulai berpikir untuk merintis usaha dibandingkan harus bekerja mengikuti orang lain. Namun kedua orang tuanya marah dan tidak menyetujui, lantaran mereka berkeinginan anaknya bekerja sebagai PNS atau tentara.

Meski begitu, Harsono tetap teguh pada pendiriannya dan memulai usaha untuk memproduksi berbagai macam tas, seperti tas kamera, tas ransel, backpack dan tas gunung. Dengan modal awal hanya Rp 400 ribu, Harsono membuat 20 tas yang berhasil dijual dengan harga keseluruhan Rp 1,4 juta sehingga meraup keuntungan bersih sekitar Rp 1 juta.

Hebatnya, Harsono belajar memproduksi tas secara otodidak bermodalkan gambar tas yang ia dapatkan dari internet dengan membuat contoh model satu per satu. Usaha produksi tas milikinya kemudian bertambah besar dan pernah mendapatkan kontrak selama setahun dari produsen permen karet Yosan untuk membuat tas ransel sejumlah 400 tas per minggu, atau sekitar 16,000 tas setahun.

Namun selayaknya usaha pasti ada pasang surutnya, seperti bencana gempa bumi yang melanda Yogyakarta pada tahun 2006 sangat berdampak pada usahanya, beberapa penjual tas yang disuplai menunggak pembayaran hingga berbulan-bulan lamanya.

Perlahan-lahan usaha Harsono bangkit kembali, terutama ketika ia mulai mengenal dunia jual beli online yang disebutkan lebih menguntungkan daripada via offline karena perputaran uang yang lebih cepat. Menjual tas secara offline harus menunggu pembayaran sekitar 1-2 bulan yang berakibat mengganggu cash flow perusahannya, berbeda dengan menjual tas online, transaksi pembelian bisa terjadi setiap hari dan langsung dibayarkan hari itu juga.

Transaksi penjualan tas semakin besar setelah Harsono bergabung dengan BukaLapak pada April 2014 lalu, sekarang ini ARdani Indonesia telah menyandang level sebagai pedagang besar karena telah memiliki ratusan feedback positif dan 100 person transaksi terpenuhi tanpa ditolak.

Menurut Harsono kunci untuk berjualan online adalah untuk mendapatkan kepercayaan konsumen sehingga mereka mau memberikan feedback positif kepada penjual. Sekarang Harsono bisa mendapatkan 8-10 transaksi per hari dengan omzet per bulan mencapai Rp 80 juta. Jenis tas yang paling aku adalah tas kamera yang transaksinya bisa mencapai 20 tas per minggu, backpack terjual 15-20 tas per minggu, dan tas gunung terjual 10 tas per minggunya.

Leave a Reply