5 Strategi Cerdas Kelola Stok Barang

Halosis.co.id, Jakarta – Dalam bisnis, stok barang adalah uang yang sudah kamu jadikan aset. Aset ini hanya bisa menguntungkan untukmu jika sudah terjual. Karena itu, kamu harus cerdas mengelola stok agar tidak merugikan bisnismu.

Pengelolaan stok yang kurang baik bisa mengakibatkan banyak stok barang yang tersisa dan menjadi dead stock. Untuk produk-produk tahan lama seperti produk fashion, stok mati mungkin masih bisa dijual kembali dengan harga murah. Akan tetapi, untuk produk-produk yang punya tanggal kadaluwarsa, dead stock bisa jadi malapetaka untuk bisnismu

Berikut ini beberapa cara untuk mengelola stok barang dengan lebih baik.

1. Buat Dua Pencatatan

Pisahkan antara pencatatan gudang dan pencatatan pembukuan.

Dalam berjualan, sebaiknya kamu punya dua pencatatan stok barang. Satu pencatatan secara fisik, yaitu jumlah asli produk yang kau simpan di gudang milikmu. Catatan yang kedua adalah catatan yang kamu simpan dan pergunakan sebagai data jumlah barang dalam berjualan online. 

Fungsi dua catatan ini adalah seperti double check yang membantu memastikan kalau tidak ada anomali seperti kelebihan atau kekurangan stok saat berjualan. Selain itu, dengan dua catatan, kamu juga bisa aware dengan stok barang yang kamu punya. Kedua catatan ini harus sama.


2. Lakukan Stock Opname Sebulan Sekali

Cek kondisi produk dan gudang setidaknya sebulan sekali.

Kamu harus melakukan stock opname setidaknya satu bulan sekali. Tujuan adalah untuk meminimalisir penyimpangan yang ada pada barang, baik itu kekurangan atau kelebihan. Selain itu kamu juga bisa mengecek arus pasti keluar masuk barang dan menjadikannya analisis perkembangan stok milikmu.

Selain itu, kamu juga bisa sekaligus mengecek kondisi barang, terutama barang-barang yang memiliki tanggal kadaluwarsa. Apabila ada barang yang sudah tidak baik kondisinya atau sudah memiliki kerusakan, sebaiknya kamu tidak menjualnya lagi. 


3. Kelola Stok Secara Berkala

Selain kamu harus memisahkan pembukuan keduanya, kamu juga harus mengelola jumlah stok secara berkala. Kamu harus bisa membaca peluang dari stok yang tersisa di gudang. Kamu bisa membedakan produk yang diminati dan kurang diminati dari stok yang tersisa. Produk yang diminati dan populer pastinya selalu berkurang setiap saat. Sedangkan produk yang tidak diminati pastinya masih tersisa banyak di tempat persediaan stok barang milikmu.

Dari sini kamu harus pintar menyusun strategi penjualan. Untuk produk-produk best sellers toko online-mu, sebaiknya kamu tambahkan stoknya. Sebaliknya, produk-produk yang kurang laku harus segera kamu jual, agar tidak menjadi dead stock nantinya.

Kamu bisa menjual stok-stok semacam ini dengan harga murah, lewat promo, atau semacamnya. Banyak online shop yang menjual produk dengan promo bundle, yaitu menggabungkan produk yang laris dengan yang kurang laris, agar semuanya bisa terjual.


  1. Jual Barang Sesuai dengan momentum
Perbanyak stok saat memasuki high season dan lakukan sebaliknya jika musim sepi belanja.

Kamu juga harus memahami apakah produk yang kamu jual itu adalah produk seasonal atau tidak. Ada banyak produk yang laris untuk momen-momen tertentu saja. Misalnya payung dan jas hujan akan memasuki high season penjualan, apabila sudah memasuki musim hujan. Atau bahkan amplop angpao hanya akan dicari orang jika mendekati Hari Raya Imlek.Dari sini kamu juga harus bisa mengatur strategi bisnis dan penjualan.

Siapkan stok dalam jumlah besar jika kamu sudah mau memasuki high season dalam jualanmu. Sebaliknya untuk musim-musim di mana produkmu sepertinya kurang dibutuhkan atau dicari, kamu bisa mengurangi jumlah stoknya.


5. Pisahkan Stok Lama dan Baru

Memisahkan stok baru dan lama akan membantu memprioritaskan stok yang harus dijual.

Tips yang terakhir adalah, selalu pisahkan antara stok lama dengan stok yang baru saja datang. Jangan sampai kamu menjual stok baru terlebih dahulu dibandingkan dengan stok lama. Ketika kamu memisahkan stok, kamu jadi bisa lebih mudah melihat dan memilih produk mana yang mau kamu jual terlebih dahulu. 

Bagaimanapun, kualitas produk akan menurun seiring dengan berjalannya waktu. Karena itu, pastikan kamu memisahkan stok lama dengan baru. Terutama produk-produk seperti makanan dan minuman. 


Itulah dia beberapa cara mengelola stok dengan cerdas agar kamu bisa terbantu dalam pengelolaan stok. Semoga tips ini bermanfaat untukmu. Untuk tips-tips lain seputar bisnis online, kamu bisa follow instagram Halosis di @halosisofficial.

Leave a Reply