3 Faktor Pendorong Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia

Ibu-ibu rumah tangga ikut serta dalam mengembangkan UMKM Indonesia.
Gambar: http://infobanknews.com/dorong-pengembangan-umkm-ojk-gandeng-kemenkop/

Halosis.co.id, JakartaElectronic commerce atau e-commerce, secara sederhana dapat diartikan sebagai mekanisme transaksi jual beli melalui internet. E-commerce saat ini dianggap sebagai revolusi dalam industri perdagangan, dengan sejumlah keunggulan yang ditawarkan. Keunggulan yang dimiliki e-commerce antara lain adalah kemudahan bertransaksi (di mana pun, kapan pun), distribusi yang cepat, dan penghematan biaya transaksi.

Di Indonesia sendiri, pertumbuhan e-commerce berkembang dengan sangat cepat, mulai dari tahun 2014. McKinsey memprediksikan nilai pasar e-commerce Indonesia akan mencapai US$ 65 Milyar atau setara 910 triliun pada tahun 2022. Nilai ini naik delapan kali lipat dari tahun 2017, yaitu US$ 8 miliar atau 112 triliun. Perkembangan ini di Indonesia didorong oleh 3 faktor utama. Berikut ini adalah beberapa faktor pendorong kemajuan e-commerce di Indonesia.

1. Meningkatnya Pengguna Internet dan Smartphone

Saat ini smartphone sudah jadi seperti kebutuhan primer.
Gambar: https://ylhsthewrangler.com/15279/features/the-cell-phone-addiction/

Faktor yang pertama adalah meningkatnya pengguna internet dan smartphone di Indonesia. Dari 264 juta penduduk di Indonesia, sebanyak 64,8% atau 171 juta jiwa sudah menggunakan internet. Semakin banyak orang yang melek digital, membuat kegiatan jual beli melalui internet juga semakin meningkat. Bahkan saat ini, belanja online lebih dilirik daripada belanja ke toko. Mayoritas konsumen di Indonesia sudah semakin familiar dengan penggunaan e-commerce.


2. Perkembangan Infrastruktur

Infrastruktur telekomunikasi sangat menunjang kualitas jaringan internet.
Gambar: https://www.raconteur.net/digital-transformation/digitally-transformed-infrastructure

Selain itu, perkembangan digital juga didukung dengan perkembangan infrastruktur di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, infrastruktur konektivitas dan telekomunikasi berkembang dengan sangat pesat. Sejumlah jalan raya dan jalan tol dibangun, yang mempermudah jalur distribusi, dan konektivitas antardaerah. Selain itu, dari segi telekomunikasi, pemerintah sedang merampungkan pembuatan Palapa Ring, yang ditargetkan selesai di pertengahan tahun ini. Jika sudah selesai, seluruh Indonesia akan terhubung ke internet dengan kualitas komunikasi dan kecepatan yang sama.


3. Partisipasi UMKM

Mayoritas pelaku UMKM adalah perempuan.
Gambar: https://katadata.co.id/berita/2018/09/28/dekati-target-72-juta-umkm-sudah-go-online

Faktor ketiga adalah partisipasi dari UMKM. Faktanya, 99% dari 4,5 juta pelaku bisnis online di Indonesia tahun 2017 merupakan pelaku UMKM. Yang mengejutkan lagi, setengah atau 50% dari jumlah ini tidak memiliki toko fisik. Artinya, setengah dari pelaku UMKM yang menggunakan platform e-commerce sudah mengandalkan penjualannya 100% secara digital.

Namun sayangnya, sampai dengan saat ini, jumlah UMKM yang sudah mampu go digital belum terhitung banyak, jika dibandingkan dengan seluruh pelaku UMKM yang ada di Indonesia. Dari seluruh UMKM yang ada di Indonesia, baru 5% yang sudah go digital. Tahun ini, pemerintah menargetkan 8 juta UMKM go digital.

Selain mengembangkan e-commerce, e-commerce juga membawa dampak yang positif pada pertumbuhan UMKM. Dampak positif yang pertama yang bisa dirasakan, adalah dengan hadirnya situs-situs belanja online. Situs-situs ini sangat memudahkan pelaku UMKM dalam mengelola usahanya. Selain itu dari segi pemasaran pun, pelaku UMKM dapat dengan semakin mudah mengiklankan atau mempromosikan produk.


Demikianlah faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Untuk kamu pelaku UMKM, tetap semangat dan selamat #berUsaha!



Leave a Reply