Toko Ritel Kalah Saing Dengan Toko Online?

Halosis.co.id, Jakarta – Belanja online kini telah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Tidak hanya cepat, belanja online juga dinilai sangat praktis karena tidak perlu mendatangi toko atau gerai dan hanya menunggu barang sampai di rumah.

Dalam menanggapi industri ritel dalam negeri yang mulai berguguran, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan salah satu alasannya terjadi karena pergeseran perilaku konsumen. Generai muda atau millennial sudah enggan berbelanja ke pusat perbelanjaan seperti mal, sedangkan konsumen terbesar di perkotaan adalah general millennial.

Mendag juga menyatakan hal ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi di kota-kota besar di berbagai belahan dunia. Sekarang ini generasi muda memiliki kemampuan untuk mendapatkan informasi dengan cepat melalui internet, termasuk informasi produk atau jasa melalui dunia maya.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah penggna internet di Indonesia pada ahun 2016 adalah 132,7 juta pengguna atau sekitar 51,5% dari total jumlah penduduk Indonesia sejumlah 256,2 juta. Sedangkan jumlah pemilik toko online di Indonesia mencapai 26,2 juta.

Kemudahan yang ditawarkan fitur berbelanja online, hanya dengan bermodalkan gadget dan koneksi internet yang lancar, pengguna bisa menelusuri setiap website , forum belanja, marketplace, mall online, bahkan sosial media.

Pada akhirnya, hal yang mempermudah pekerjaan dalam segi memenuhi kebutuhan akan selalu menjadi metode yang dipilih oleh masyarakat ketika dihadapkan dengan pilihan belanja di toko ritel atau toko online.

Leave a Reply