Penjual Jam Tangan Mewah Mengincar Pasar Online

Halosis.co.id, Jakarta – Tingginya transaksi penjualan barang-barang mewah secara online akhirnya membuat para pembuat jam tangan mewah yakin untuk meningkatkan investasi di ecommerce. Pada awalnya, para produsen jam tangan ini merasa ragu apakah para pembeli mau membayar ribuan dolar untuk membeli jam tangan secara online.

Sekarang ini untuk menargetkan konsumen muda, banyak brand besar dan kecil yang memasarkan barangnya secara online untuk menjual produk mewah. Ditambh lagi, sekarang ini penjualan melalui online sudah menjadi pertumbuhan terbesar untuk banyak merek fashion.

Jean-Claude Biver, kepala bisnis jam tangan LVMH Jean-Claude Biver menyatakan bahwa mereka tidak menyadari kecepatan di mana para milenial akan membeli mobil atau jam tangan secara online.

Tag Heuer LVMH yang sudah sejak lama dikaitkan dengan perlombaan motor sedang berusaha untuk membangun penjualan online dalam 18 bulan mendatang. Tag Heuer telah mengoperasikan toko online di lima negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, dan memiliki kemitraan di China dengan JD.com. Belum lama ini, merek LVMH lainnya seperti Hublot dan Zenith juga mengikuti langkah yang sama.

Sudah ada banyak produsen jam tangan yang melirik penjualan online, namun biasanya mereka melakukan kolaborasi dengan retailer online. Para konsumen di Asia yang melek teknologi telah menjadi inspirasi untuk mendorong penjualan online. China telah mengalahkan Ameraika Serikat tahun lalu sebagai sumber utama lalu lintas ke halaman jam tangan mewah, menurut lembaga konsultan DLG.

Para produsen jam tangan juga memiliki banyak alasan untuk mengontrol citra online mereka, seperti berbagai halaman yang dikelola para reseller tidak resmi yang juga berkembang pesat. ”Kami ingin memberi jaminan pada orang sambil memahami bahwa klien saat ini juga mungkin suka membeli jam tangan mereka di rumah pada malam hari saat mereka minum segelas wine,” ujar Jerome Biard, Chief Executive Officer (CEO) Corum, milik Citychamp, China. ”Situs e-commerce pertama merek Swiss itu akan sepenuhnya beroperasi dalam waktu sekitar dua bulan,” kata Biard.

Penjualan melalui online diperkirakan membukukan hingga seperempat dari seluruh penjualan barang mewah global pada 2025, naik dari sekitar 9% tahun lalu, menurut konsultan Bain & Co. Beberapa merek memang menghindari penjualan produknya secara online. Misalnya, merek Prancis, Chanel, sengaja menghindari e-commerce untuk produk jam tangan, tas tangan, dan pakaian mahalnya. Produsen jam tangan Rolex tampaknya tidak memiliki rencana apa pun untuk membuat sendiri toko online-nya. Meski demikian, ada yang mengucurkan dana besar untuk mendorong penjualan online.

Richemont, pemilik Cartier dan Baume & Mercier, mengucurkan hingga USD3,4 miliar untuk kontrol penuh marketplace Yoox Net-a-Porter.

”Tak ada yang tabu dengan pembelian online lagi,” papar Anish Bhatt, penggemar jam tangan dengan 1,7 juta follower di Instagram yang bekerja sama dengan merek, seperti Rolex, Richard Mille, dan Chopard dalam kampanye media sosial.

Leave a Reply