6 Jenis Website Berdasarkan Fungsinya

Halosis.co.id, Jakarta – Walau sama-sama website, tapi tidak semuanya website memiliki jenis dan fungsi yang sama. Website untuk berita tentu akan memiliki tampilan dan fungsi yang berbeda dengan website jualan online, portofolio, atau pun blog. 

Sebelum membuat website untuk berjualan online, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis website menurut fungsinya, supaya kamu tidak salah membuat website. Berikut ini beberapa jenis website sesuai fungsinya.

1. Blog

Kamu pasti pernah mendengar orang membicarakan blog, blogging, atau blogger. Blog sendiri adalah website yang isinya merupakan hasil pemikiran penulis. Karena itu, blog sangat identik dengan konten naratif dan deskriptif. 

Sebelum platform video seperti YouTube menjadi sangat populer, blog sudah terlebih dulu menjadi platform hiburan dan edukasi yang sangat berjaya di tahun 2000an. Namun, bukan berarti saat ini blog sudah tidak digunakan lagi. Blog masih banyak digunakan baik untuk kepentingan pribadi maupun bisnis.

Jika kamu memiliki bisnis online dan berjualan melalui website, maka kamu sangat disarankan untuk membuat blog. Blog bisa membantu menaikkan visibilitas dan meningkatkan traffic ke website ecommerce-mu. 

Tidak perlu bingung soal ide konten karena ada banyak sekali hal yang bisa kamu tulis di dalam blog. Sebagai permulaan, kamu bisa menulis seputar produk yang kamu jual, seperti membahas fungsi, memberi rekomendasi produk, mendemonstrasikan cara pemakaian atau perawatan, dan lainnya. 

2. Pribadi

Walau terlihat mirip, website pribadi berbeda dengan blog. Jika blog dibuat untuk mempublikasikan pemikiran penulis, website pribadi dibuat untuk tujuan personal branding

Website pribadi banyak digunakan oleh public figure, motivator atau artis untuk mempromosikan diri di ranah yang lebih global. Tak jarang juga website pribadi juga digunakan untuk menjual merchandise atau produk lain yang ditawarkan oleh pemilik website. 

Perbedaan lain juga bisa dilihat dari domain. Blog biasanya memiliki domain yang mengandung keyword seperti blog, blogspot, blogger, wordpress, dan semacamnya. Namun website pribadi biasanya memiliki domain yang lebih personal (sering kali menggunakan nama pemilik). 

3. Perusahaan

Selain itu ada juga website perusahaan. Website jenis ini biasanya berfungsi untuk memperkenalkan bisnis ke masyarakat umum. Karena itu, konten website biasanya berisikan company profile, seperti sejarah atau kisah sukses, visi dan misi, achievement, dan sebagainya. 

Website perusahaan juga biasanya memiliki halaman khusus yang berfungsi sebagai portal karir. Untuk perusahaan berskala internasional, kamu bisa melihat lowongan pekerjaan yang sedang dibuka di seluruh dunia. 

4. Berita

Memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari website-website sebelumnya, website berita mungkin adalah website yang paling sering kamu kunjungi. Website berita pada umumnya memiliki tampilan yang lebih padat dari website lain karena menampilkan banyak potongan berita dan iklan.  

Dari segi konten, website berita biasanya mempublikasikan artikel yang memuat tulisan dan gambar. Hal yang sangat khas dari website berita adalah membag isi sebuah artikel dalam beberapa halaman. Ini adalah salah satu strategi untuk meningkatkan pageviews dan penghasilan dari ads ataupun iklan sponsor yang dipasang di halaman-halaman tersebut. 

5. Portofolio

Website portofolio adalah website yang sering digunakan untuk kepentingan yang berkaitan dengan pekerjaan. Website portfolio biasanya digunakan profesional untuk menawarkan layanan jasa atau mencari pekerjaan

Jika dibandingkan dari segi konten dengan jenis website lain, isi konten website portofolio biasanya tidak memiliki banyak halaman atau variasi. Website portofolio hanya berfokus untuk menampilkan hasil-hasil kerja dan kontak dari pemilik website. 

6. E-commerce

Website terakhir adalah website ecommerce atau sering juga disebut website toko online. Seperti namanya, dalam website ini kamu bisa melakukan kegiatan jual-beli online. Jadi, jika ingin membuat toko online, kamu harus menggunakan website jenis ini, bukan website lainnya.

Perbedaan yang paling mencolok website ecommerce dari website lainnya adalah fitur yang dimiliki. Dalam website ecommerce, kamu bisa melakukan transaksi. Karena itu, website ecommerce sudah dilengkapi dengan payment gateway yang memungkinkan pelanggan untuk membayar dengan beragam pilihan. 

Dari sisi desain, website ecommerce juga sedikit berbeda. Website ecommerce biasanya sangat memperhatikan branding dan menonjolkan tampilan produk serta beragam promo yang sedang berlangsung. Desain tampilan juga harus lebih detail dan user friendly


Berdasarkan penjelasan di atas, semoga kamu bisa lebih memahami perbedaan jenis website menurut fungsinya. Sekarang tentunya kamu sudah tahu, website jenis apa yang bisa digunakan untuk berjualan online.

Jika ingin berjualan dengan website ecommerce, Kamu bisa menggunakan website ecommerce siap pakai dari Halosis. Website ecommerce dari Halosis telah dilengkapi dengan template siap pakai, payment gateway, integrasi dengan jasa pengiriman, dan beragam fitur lainnya. Klik di sini untuk mencoba FREE TRIAL website ecommerce selama 14 hari atau hubungi customer support kami untuk info lebih lanjut. 

Leave a Reply